Postingan

KONEKSI ANTAR MATERI : PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

Gambar
MELR Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan) MONITORING DAN EVALUASI   (Monitoring and Evaluation) Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan. Kertsy Hobson, dkk (2013) dalam buku yang berjudul “A Step by Step Guide to Monitor and Evaluation”, Hobson dkk menjelaskan bahwa monitoring adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek atau program. Evaluasi adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah selesai. Biasanya kegiatan evaluasi melibatkan penilai luar yang independen. Monitoring dan evaluasi, atau lebih mudah disingkat dengan M&E, perlu disinergikan dengan kegiatan atau program yang sedang berjalan dengan melakukan perencanaan, tindakan, dan refleksi. Ketiga aktivitas ini menjadi sebuah siklus yang dapat dilakukan berulang-ulang. Dalam melakukan monit

KONEKSI ANTAR MATERI PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

Gambar
  Ini menjadi puncak pemahaman saya dalam memahami materi dalam pendidikan guru penggerak, karena harus mengkoneksikan berbagai materi yang dipahami. Semakin mendekati akhir dari modul yang ada di dalam pendidikan guru penggerak, semakin kompleks dan saling melengkapi serta menjadi benang merah akhir dari pendidikan guru penggerak. Pada kesempatan ini, saya kan berusaha mengkoneksikan materi modul 3.2   Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Sekolah sebagai ekosistem pendidikan merupakan sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotic (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lain sehingga akan menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosiste sekolah faktor-faktor biotik ini akan saling mempengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Ibarat siklus dalam rantai makanan, ia akan saling mempengaruhi dan membutuhkan satu sama lainnya sehingga terciptalah keselarasan dan keharmonisan yang diharapka

KONEKSI ANTAR MATERI COACHING

Gambar
Oleh : Imam Heriyanto, S. Pd Sebagai seorang guru hendkanya mampu memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran. Baik kepada peserta didik yang memiliki kemampuan maupun yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang akademik maupun non akademik. Guru dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif dalam memodifikasi pembelajaran. Bisa dengan memodifikasi konten, proses maupun produk. Guru bisa membuat berbagai pilihan media pembelajaran, metode pembelajaran untuk lebih meningkatkan keberjhasilan dalam belajar. Begitu juga dengn produk yang dihasilakan dalam pembelajaran. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk diferensiasi pada konten, proses dan produk yang dihasilkan peserta didik dalam pembelajaran. Untuk pembelajaran berdiferensiasi bisa mellihat dari profil belajar peserta didik, kesiapan belajar dan minat peserta didik. Proses diferensiasi ini dapat digunakan untuk mempersiapkan pembelajaran. Agar lebih mudah memetakan dan membuat perencanaan. Dalam prosesnya, guru dihadapakan pad

KESEPAKATAN KELAS

Gambar
Oleh : Imam Heriyanto, S. Pd Pembelajaran yang menarik dan inovatif menjadi sebuah impian bagi semua guru. Mimpi yang sempurna tersebut tertuang dalam sebuah perencanaan pelakasanaan pembelajaran. Namun apa yang terjadi? pada umumnya adalah perencanaan tidak sesuai dengan realita pelaksanaan pembelajaran. Peserta didik ada yang sulit diatur, semaunya sendiri, suasana kelas tidak kondusif dan masih banyak lagi yang membuat pembelajaran tidak berjalan sesuai dengan perencanaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pemahaman bersama antara guru dan peserta didik, walaupun didalam kelas sudah tata tertib atau aturan kelas. Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru? Menarik untuk dijawab, kesepakatan kelas jawabanya. Mengapa Kesepakatan kelas, mengapa bukan aturan atau tatatertib sekolah. Ada beda antara kesepakatan kelas dan aturan kelas. Jika aturan kelas sifatnya memaksa dan berasal dari guru atau dari sekolah, berbeda dengan kesepakatan kelas. Kese

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Oleh : Imam Heriyanto, S. Pd Pembelajaran berdiferensiasi sejatinya sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan sejak dulu. Hal tersebut terlihat pada bagaimana guru mengelola kelas sampai dengan memberukan evaluasi. Seorang guru memang seharusnya menggunakan pembelajaran secara berdiferensiasi mengingat pembelajaran ini sangat dibutuhkan oleh siswa. Tapi apakah pembelajaran berdiferensiasi yang dimaksud sudah sesuai dengan apa yang kita dapatkan sekarang? Pembelajaran berdiferensiasi  ( bahasa Inggris :  differentiated instruction ) adalah proses atau filosofi untuk pengajaran efektif dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belaj

PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Gambar
BUDAYA POSITIF Oleh : Imam Heriyanto, S. Pd Guru penggerak dituntut mampu untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki sesuai dengan prinsip filosofi Ki Hadjar Dewantara dengan memperhatikan managemen perubahan Inquiri Apresiatif. Inquiri Apresiatif merupakan sebuah paradigma sekaligus model management perubahan yang memegang prinsip psikologi positif dan pendidikan positif serta berbasis pada kekuatan. Dalam managemen tersebut terdapat model manajemen perubahan dengan akronin BAGJA. Buat pertanyaan utama, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana dan Atur eksekusi. Dalam perjalananya, seorang guru penggerak dihadapkan pada sebuah masalah yaitu mengenai kompetensi yang dimiliki dalam rangka mengembangkan potensinya. Jika mengacu pada kompetensi seoarang guru yang seharusnya yaitu: (1) Penguasaan pengetahuan profesional; (2) Praktik pembelajaran professional; (3) Pengembangan profesi berkelanjutan. Penguasaan pengetahuan keprofesionalan saya rasa sudah dipenuhi sebagian besar guru